Viky Sianipar-Joko Gombloh Unjuk Gigi di KolaborasiAsyiiik 2014


JAKARTA – Penyanyi dan komponis Viky Sianipar bersama penggiat komunitas seperti Joko Gombloh bergabung dalam Kolaborasi Asyiiiik 2014.


Didukung oleh Sampoerna Kretek, rangkaian aktivitas workshop dan pentas kolaborasi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali berbagai hal positif dalam kebersamaan dan pertemanan, yang telah ditunjukkan oleh para anggota komunitas dalam karya positif.


Karya-karya yang dihasilkan secara komunal tersebut memiliki potensi yang layak dikembangkan untuk menghasilkan nilai tambah baik terhadap komunitas itu sendiri maupun untuk masyarakat sekitarnya.


"Kolaborasi Asyiiik digagas sebagai salah satu wadah bagi para komunitas untuk saling berbagi cerita, dan saling memotivasi untuk menggali potensi kerajinan dan seni awalnya yang mereka tekuni hanya untuk mengisi waktu saat berkumpul bersama untuk kemudian mengembangkannya menjadi hal positif yang memiliki nilai tambah," kata Karel Anderson, penggiat komunitas sekaligus penggagas KolaborasiAsyiiik 2014.


Sesuai semangat kebersamaan dan pertemanan yang diusung, Karel tidak sendiri. Dia menggandeng beberapa penggiat komunitas, seperti Bob Merdeka (Keripik Ma’icih), Aria Rajasa (Gantibaju.com), Viky Sianipar, Joko Suranto, Eko Supriyanto, dan Bram Kushardjanto (Gelar Nusantara), untuk berbagi inspirasi dan pembekalan dasar seputar keterampilan dasar pengelolaan komunitas, pentingnya jaringan pertemanan antarkomunitas, serta kiat-kiat mempresentasikan karya di lingkup yang lebih luas.


Kegiatan workshop ini juga akan dilanjutkan dengan pentas kolaborasi bersama, dan pameran sekaligus kelas kerajinan oleh komunitas yang akan diselenggarakan di Lobby Berlian Blok M Square, dan terbuka untuk umum, Sabtu 6 Desember 2014.


Komunitas yang berpartisipasi dalam pameran, sekaligus kelas kerajinan, antara lain Komunitas Pengrajin Sandal Bandol, Komunitas Pengrajin Pelukis Pelepah Pisang, Komunitas Pematung Batu Mojokerto, dan Komunitas Pengrajin Topi Bambu.


Sementara itu, komunitas seni pertunjukan, yakni Komunitas Paguyuban Karuhun Sunda dan Komunitas Kreasi Musik Sampah (Kresipah), akan menghadirkan karya bersama di bawah bimbingan Joko Suranto, seorang etnomusikolog asal Klaten yang akrab disapa Joko Gombloh.


"Kolaborasi antar komunitas seni pertunjukan ini akan sangat menarik karena di sini akan terjadi kolaborasi dan interaksi antar komunitas urban (Kresipah) dan rural (Sisingaan), yang masing-masing sebetulnya memiliki karya pertunjukan yang cukup bertolak belakang.Jadi, ketika mereka menghadirkan karya bersama, saya yakin kolaborasi ini akan menjadi hal yang segar dan baru, baik bagi masing-masing komunitas maupun bagi para penonton," kata Joko Gombloh.


"Keberhasilan rangkaian kegiatan Kolaborasi Asyiiik 2014 ini diharapkan dapat menjadi inspirasi baik untuk komunitas yang terlibat maupun para pengunjung, untuk menyadari bahwa sebagai salah satu karakter khas masyarakat Indonesia, kebersamaan dan pertemanan dalam konteks masa kini pun, dapat menghasilkan banyak hal positif yang dapat dikembangkan," tutup Karel, optimis.