Moris Rusmanto (Director Adsales and Promotion FOX International Channels Indonesia), Tiara Sugiono (Sr. Marketing Executive), Cam Walker (VP,Territory Head of FOX International Channels Indonesia) (Foto:Okezone) BALI - Indonesia dinilai sebagai pangsa pasar potensial bagi persaingan televisi berbayar. Pasalnya, Indonesia masih rendah dari negara-negara lain, seperti Korea, Amerika, Taiwan, Hong Kong, dan lainnya.
"Penetrasi televisi berbayar di Indonesia baru mencapai delapan persen. Sementara negara-negara Asia lainnya sudah cukup tinggi. Korea Selatan sudah mencapai 100 persen, India sudah 81 persen, Singapura 68 persen, Malaysia 53 persen, dan Thailand 28 persen," kata Cam Walker, VP Territory Head Fox International Channels (FIC) di Bali, Sabtu 5 April malam.
Jika negara-negara tetangga sudah menggunakan televisi berbayar lebih dari 20 persen, Indonesia masih di angka 8 persen. Sebab, jumlah rumah tangga di Indonesia yang memiliki televisi di rumahnya sekira 40 juta (sekira 60 persen). Sehingga, hanya 3 juta yang menjadi pelanggan televisi berbayar.
"Ini berarti, potensinya masih sangat besar. Selain itu, sebagian masyarakat bosan dengan tipe tayangan yang sama dan berulang di televisi swasta nasional. Tayangan-tayangan di televisi berbayar memberikan alternatif yang dinanti," jelas Walker saat berbincang usai jumpa pers.
Selain itu, warga Indonesia yang berjumlah banyak menjadi nilai lebih bagi FIC mengenalkan TV berbayar. Indonesia juga dinilai menggairahkan karena kemajuan teknologi, pertumbuhan ekonomi, perubahan kebiasaan menonton, dan lainnya.
"Saat ini Indonesia adalah pangsa pasar terbesar di Asia Tenggara. Bagi FIC, Indonesia berada di level kelima terbesar di kawasan Asia Pasifik/Timur Tengah. Untuk internasional, Indonesia berada di 10 besar. Nah, bayangkan bila pasar delapan persen tadi berkembang menjadi 40 persen atau 50 persen," papar pria asal New Zealand ini.
Lebih lanjut, Walker mengungkapkan, saat ini banyak operator tayangan televisi berlangganan di Indonesia yang melihat kesempatan sama.
"Ada sekitar 14 operator yang sudah beroperasi di Indonesia. Sepertinya akan bertambah sekitar tiga lagi. Namun, saya melihat tiga pemain besar, yakni First Media, Indovision, dan TelkomVision," tandasnya.
Sekadar diketahui, FIC merupakan perusahaan yang mengembangkan, memproduksi, dan mendistribusikan 33 merek saluran terkemuka serta memiliki lebih dari 550 juta pelanggan di kawasan Asia. Beberapa saluran yang berada di bawah naungan FIC antara lain: NatGeo, NatGeo People, Fox, Fox Movies Premium, Fox Sports, dan lainnya.
Adapun beberapa tayangan yang disiarkan di saluran-saluran FIC seperti: Cosmos, The Simpsons, American Idol, Masterchef, dan lainnya. Saat ini, layanan FIC sudah merambah ke 1,4 miliar pelanggan di seluruh dunia. (nsa)
