Erau Kota Raja Angkat Kebudayaan Kutai Kartanegara

JAKARTA - Erau Kota Raja, salah satu film di awal tahun 2015 mengangkat kebudayaan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara. Yang diangkat adalah Festival Erau yang telah terlaksana selama ratusan tahun.



"Kita para pemain di sana (Tenggarong) banyak belajar dari film ini. Sebab film ini bercerita tentang budaya Erau yang sudah terlaksana sejak dahulu. Dan salah satu keinginan saya berakting tentang budaya," kata Nadine saat Press Screening Erau Kota Raja, di XXI Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (3/1/2015).


Bertindak sebagai produser adalah Rita Widyasari yang tak lain Bupati Kutai Kartanegara. Menurut Rita, lewat film ini, masyarkat Indonesia akan tahu dan mengenal Festival Erau.


"Film ini niatnya mengeksplor kekayaan Kutai Kartanegara. Tentang anak muda jangan pergi meninggalkan kotanya. Cerita ini tentang karakter Kutai yang tercermin dengan karakter Dony 'Ada Band'. Sayang jika Indonesia tak mengenal Festival Erau," imbuh Rita.


Dalam film garapan sutradara Bambang Drias ini, proses syuting dilaksanakan pada saat Festival Erau 2014 berlangsung. Di mana pembukaan, penutupan, makan bersama masyarakat Tenggarong, dan ritual pijak Tanah Sultan, diambil berdasarkan situasi nyata.


Menariknya, tidak hanya adat Tenggarong saja yang ditampilkan, tetapi budaya negara tetangga turup pula disajikan.


"Perpaduan itu saya gabungankan semenjak saya menjadi Bupati. Negara luar pun tampil menampilkan budaya mereka. Kita tahu budaya luar seperti apa, negara luar tahu budaya Kutai Kartanegara seperti apa," jelasnya.


Meski mengangkat nilai-nilai kebudayaan Kutai, Rita tak sepeserpun menggunakan APBD. Semua pendanaan melalui sponsor.


Rencananya, film yang juga dibintangi Dony "Ada Band", Ray Sahetapy, Jajang C Noer, dan Denny Sumargo itu akan ditayangkan serempak pada 8 Januari 2015.